"Pemprov Jabar sendiri dalam hal ini menyerahkan penyelesaian masalahnya kepada pemerintah pusat," ujar Heryawan.
Heryawan menuturkan, jika ketergantungan akan impor akan terus berlangsung selagi swasembada kedelai belum tercapai, sehingga upaya untuk meningkatkan produksi dalam negeri harus terus dilakukan. Untuk pemenuhan kedelai jangka pendek, Heryawan meminta pemerintah pusat menetapkan bea masuk kedelai dengan harga murah. "Langkah ini dimungkinkan sebagai solusi secepatnya yang berjangka pendek, sehingga produk pangan yang bergantung pada kedelai, seperti tempe, tahu, maupun kecap juga turun harganya," tutur dia.
Upaya meminimalisir produk impor juga perlu dilakukan terhadap pakan ternak. Menurut dia, selama ini pakan ternak juga masih diimpor sehingga memicu lonjakan harga daging saat ini. Heryawan menilai, sejauh ini, kenaikan harga tempe dan tahu di pasaran sendiri dinilai masih normal. Dalam sidak tersebut, Heryawan melihat kenaikan harga daging sebesar 10%. Daging sapi naik dari Rp70 ribu menjadi Rp75 ribu, sedangkan daging ayam naik dari Rp24 ribu menjadi Rp28 ribu. "Saya kira operasi pasar di Cirebon belum perlu dilakukan mengingat tidak ada kenaikan harga sampai lebih dari 10%," pungkasnya. (Ibnu Saechu)
Sumber: Inilah Jabar Online - Kamis, 26 Juli 2012
0 comments:
Post a Comment